---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
WONOSOBO - Sebagai langkah tanggap darurat bencana angin kencang yang melanda sejumlah kecamatan di Kabupaten Wonosobo, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonosobo memberikan bantuan 370 atap seng untuk rumah-rumah warga yang mengalami kerusakan cukup parah. Selain itu, BPBD juga membantu peralatan lain seperti martil dan linggis. Kerugian ditaksir mencapai Rp 250 juta.
Kepala BPBD Wonosobo Eko Sutrisno Yuwono kepada KR di pendapa kabupaten, Jumat (27/1) mengatakan, bantuan atap seng tersebut diharapkan bisa membantu para korban angin kencang untuk memperbaiki rumahnya yang mengalami kerusakan cukup parah.
Pihaknya berharap warga masyarakat terus meningkatkan kewaspadaan bencana angin maupun tanah longsor di wilayah masing-masing. Hal itu dinilai sangat penting guna menghindari kemungkinan jatuhnya korban jiwa dan harta benda akibat bencana alam.
Kabag Humas Setda Wonosobo Agus Wibowo mengatakan, berdasarkan data bencana korban angin kencang yang terjadi dalam beberapa hari terakhir telah mengakibatkan sedikitnya 115 rumah warga, balai desa dan gedung sekolah tersebar di sejumlah kecamatan mengalami kerusakan. Sedangkan korban meninggal satu orang akibat tertimpa pohon yang roboh diterjang angin kencang di Kecamatan Kepil.
Kepala Perawatan Trafo dan Meter PLN UPJ Wonosobo Sujono mengatakan, terkait sejumlah kerusakan jaringan listrik yang terjadi akibat tiupan angin kencang, pihaknya mengerahkan petugas teknis untuk melakukan perbaikan. Termasuk perbaikan trafo induk PLN di Dieng yang roboh dan sejumlah trafo penghubung di Kecamatan Watumalang dan Kota Wonosobo yang mengalami konsleting.
Jaringan listrik di sejumlah wilayah di Kabupaten Temanggung rusak akibat tertimpa ranting atau pohon yang tumbang karena tiupan angin kencang, Selasa (24/1) hingga Jumat (27/1). Kerugian masih dihitung dan diperkirakan mencapai jutaan rupiah.
”PLN mohon maaf karena jaringan terganggu dan warga tidak dapat menikmati aliran listrik,” kata Andi Aryanto, Supervesor Teknik PT PLN Rayon Temanggung, Jumat (27/1).
Akibat angin kencang sebanyak 25 rumah di Desa Campurejo, Kecamatan Tretep, Temanggung atapnya beterbangan. Kerusakan itu tersebar di enam dusun, yakni Krajan, Gondang, Balong, Pringwulu, Sarangan, dan Pringlegi.
Kepala Desa Campurejo, Agus Setyawan, mengemukakan rumah-rumah itu atapnya mayoritas dari seng.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, terang dia, tetapi kerugian mencapai puluhan juta rupiah. Warga yang rumahnya rusak kini tinggal di rumah saudara mereka.
”Kami sudah menyiapkan balai desa dan sejumlah masjid untuk para korban, tetapi mereka memilih tinggal di tempat saudara mereka,” katanya.
Kepala Seksi Penanganan Darurat dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung, Eko Suprapto, mengatakan, akibat angin kencang atap rumah di daerah Tretep rusak terbawa angin. Sejumlah rumah di Kecamatan Wonoboyo juga roboh. Sedangkan beberapa baliho dan pohon juga tumbang namun tidak menimbulkan korban jiwa. Kerugian mencapai jutaan rupiah, dan kini pihaknya terus melakukan inventarisasi kerugian. ”Listrik di sejumlah daerah juga padam karena terganggu,” katanya.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
- Cara Mudah, Cepat Dan Tanpa Resiko Membuat Uang Secara Online, Ikutan Gabung yuk ! Klik Disini !
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Baca juga :