Laman

JAMU SESAK NAFAS, ASMA SEMBUH PERMANEN

Kabar gembira, Bagi anda atau saudara/teman anda yang menderita sesak napas,asma, karena merokok atau sebab lain, kini tersedia obatnya, InsyaAllah sembuh, 90 % pasien kami sembuh total, minimal bebas kertegantungan obat. Bagi anda yang ingin mencoba (sample gratis), SMS nama dan alamat , kirim ke 081392593617. Klik Disni

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Tampilkan postingan dengan label Wonosobo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wonosobo. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Januari 2012

Kabar Wonosobo : Angin Kencang, Satu Tewas di Wonosobo

KOMPAS/GREGORIUS MAGNUS FINESSO
Sepuluh rumah di Purbalingga rusak berat disapu angin ribut, Selasa (24/1/2012).
WONOSOBO - Bencana angin ribut di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, menewaskan satu orang yang tertimpa pohon saat sedang membersihkan kebun di sekitar rumahnya. Selain itu, puluhan rumah dan pohon rusak dan dua orang dilarikan ke rumah sakit.

Ketua Tim SAR Wonosobo, Muhail, Kamis (26/1/2012), mengatakan, becana angin kencang terjadi di 15 kecamatan di Wonosobo. "Selain itu, banyak akses transportasi terganggu karena puluhan pohon tumbang melintang di jalan raya," jelasnya.

Kondisi terparah terjadi di Kecamatan Sukoharjo, Wadaslintang, Kaliwiro, Kepil, Sapuran, Watumalang, dan Kejajar. Di Kecamatan Sukoharjo tercatat tiga rumah di Dusun Plintaran Tlogo tertimpa pohon hingga rusak parah. Atap kelas SMP 3 Sukoharjo terbawa angin, di Desa Pulus rumah roboh karena tua, kerugian mencapai Rp 15 juta.

Satu rumah di Desa Karanganyar tertimpa pohon duku, kerugian Rp 8 juta. Di Kecamatan Kepil, Tumuh Nurudin (35) warga Desa Kapulogo tewas tertimpa pohon tumbang sewaktu berada di kebun.

Sementara di Kecamatan Kejajar puluhan rumah rusak dan pohon tumbang. Belum diketahui adanya korban jiwa. "Angin kencang masih terus berlangsung, kami masih terus melakukan pemantauan serta menyarankan kepada warga untuk tetap waspada," katanya.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
- Cara Mudah, Cepat Dan Tanpa Resiko Membuat Uang Secara Online, Ikutan Gabung yuk !  Klik Disini !
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Baca juga :

Rabu, 25 Januari 2012

Berita Wonosobo : Diterjang Angin Kencang, Trafo Listrik Dieng Ambruk

Wonosobo - Trafo di gardu induk Dieng tepatnya di pusat aliran listrik desa Sembungan, Kecamatan Kejajar  milik PLN UPJ Wonosobo ambruk diterjang angin, Rabu (25/1) sekitar pukul 09.00. Akibat kejadian tersebut terjadi pemadaman listrik dalam skala luas di wilayah perbatasan Banjarnegara maupun di sejumlah obyek wisata Dataran Tinggi Dieng.
Sebelum ambruk trafo sempat mengalami konsleting. Angin yang cukup kencang membuat petugas kesulitan mengevakuasi sejumlah aliran. Pagi ini juga terjadi pemadaman di beberapa wilayah rawan pohon tumbang seperti Kecamatan Watumalang, Kepil dan Sapuran.
Kepala Perawatan Travo dan Meter PLN UPJ Wonosobo, Sujono mengatakan pihaknya sudah mengerahkan petugas teknis untuk melakukan perbaikan. "Pagi ini langsung kami tangani ke beberapa titik. Untuk trafo Dieng ambruk diterjang angin," katanya.
Menurut Sujono ada sebanyak tiga titik utama lain yang akan ditangani yaitu gardu PLN Watumalang, gardu Wonosobo kota dan gardu Kejajar.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
- Cara Mudah, Cepat Dan Tanpa Resiko Membuat Uang Secara Online, Ikutan Gabung yuk !  Klik Disini !
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Baca juga :

Minggu, 22 Januari 2012

Kabar Wonosobo : BNPB Jateng Cek Lokasi Bencana Erosi di Wonosobo

WONOSOBO - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan  pengecekan erosi di sungai Luk Ulo Wadaslintang, Wonosobo. Pengecekan juga dilakukan di beberapa titik bencana yang terjadi pada bulan Januari 2012.
Rombongan yang berjumlah 10 orang itu terdiri dari jajaran kepala bidang dan staf. Mereka datang ke Setda Wonosobo, hari ini (20/1) sekitar pukul 09.00 kemudian bersama tim BPBD Wonosobo meluncur ke lokasi.
Anggota tim penanggulangan bencana, Muhail Effendi mengemukakan pengecekan lokasi bencana dipusatkan di seputar sungai Luk Ulo Waduk Wadaslintang yang menghubungkan sejumlah sungai di wilayah Kabupaten Wonosobo dan Kebumen. "Pengecekan pagi ini ke lokasi bencana erosi sungai di Wadaslintang," katanya.
Setelah pengecekan BNPB akan melakukan penanganan selanjutnya dan pada tahun 2012 sudah  ada mekanisme dan kebijakan yang harus ditempuh. Korban erosi sungai di Wadaslintang ada sebanyak 17 rumah dan dimungkinkan direlokasi ke tempat yang lebih aman.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
- Cara Mudah, Cepat Dan Tanpa Resiko Membuat Uang Secara Online, Ikutan Gabung yuk !  Klik Disini !
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Baca juga :

Sabtu, 21 Januari 2012

Kabar Artis : Shinta Bachir itu Artis Apa Sih

Jakarta - Sosok Shinta Bachir sontak mencuri perhatian publik saat dirinya mengaku diancam oleh seorang mantan Kapolda Metro Jaya. Banyak yang belum tahu siapa dia. Tak sedikit yang bertanya, dia artis apa sih?

Lahir di Wonosobo, Jawa Tengah, 7 Februari 1986 Shinta memulai kariernya di jagad hiburan Tanah Air sebagai model untuk majalah pria dewasa. Penampilan seksinya di halaman majalah itulah yang kemudian mengantarkannya ke layar lebar.

Pada 2009, Shinta muncul sebagai salah satu pemain di film 'Suster Keramas'. Di debutnya itu, Shinta pun langsung 'nendang' dengan adegan-adegan menantang.

Sontak imej seksi pun semakin melekat kuat padanya. Usai aksi seksinya di film horor dengan judul yang bikin kening berkerut itu, Shinta sepertinya semakin 'laku' di dunia film.

Tak lama setelah itu, ia pun kemudian main lebih di 3 film dalam kurun waktu 2 tahun diantaranya adalah 'Taring' (2010), 'Lihat Boleh, Pegang Jangan' (2010) dan 'Mati Muda di Pelukan Janda' (2011). Ia pun punya ciri khas dalam penampilannya di setiap film. Ia kerap memakai pakaian seksi atau bahkan beradegan ranjang dalam filmnya.

Shinta mengaku tak masalah dengan adegan-adegan 'panas'-nya. "Saya berani tampil beda di film karena berusaha untuk profesional," ujarnya.

Tahun ini, Shinta kembali ke layar lebar lewat sekuel ketiga film horor 'Pulau Hantu'. Tak beda dengan penampilannya dalam film-film sebelumnya, di sini pun Shinta memamerkan kemolekan tubuhnya.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
- Cara Mudah, Cepat Dan Tanpa Resiko Membuat Uang Secara Online, Ikutan Gabung yuk !  Klik Disini !
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Kriminal Wonosobo : Kasus Curanmor di Wonosobo Masih Tinggi

WONOSOBO, suaramerdeka.com - Kasus pencurian kendaraan sepeda motor di Kabupaten Wonosobo kini makin marak. Salah satu tempat yang menjadi target sasaran pencurian yakni di sekitar Alun-alun Wonosobo, taman Plasa dan di beberapa ruang publik terbuka.
Menurut data dari Polres Wonosobo, selama akhir Desember 2011-Januari 2012 tercacat ada delapan kasus pencurian kendaraan bermotor di wilayah Kabupaten Wonosobo.
Dari delapan kasus tersebut, menurut Kasubag Humas Polres Wonosobo, Ajun Komisaris Polisi Widayatno, sebanyak empat kasus pencurian endaraan sepeda motor terjadi di area sekitaran Alun-alun Wonosobo, dua kasus di wilayah Kecamatan Kertek, satu kasus di Desa Kauman Kecamatan kota, dan satu kasus pencurian mobil terjadi di Jalan Veteran Wonosobo.
"Dari delapan kasus curanmor roda dua paling banyak terjadi di alun-alun," katanya.
Modus pencurian kendaraan tersebut yakni dengan cara mengintai beberapa korban yang jarang mengunjungi alun-alun Wonosobokemudian pelaku melakukan aksinya dengan mengunakan kunci palsu pada sasaran kendaraan terutama kendaraan roda dua. Selain itu, pelaku juga mendorong kendaraan incarannya tersebut.
Dia juga menambahkan, dari delapan kasus curanmor pada Desember lalu baru dua kasus yang dapat diselesaikan dan kasus lainnya masih dalam penyelidikan dan pencarian oleh Kepolisian Wonosobo.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
- Cara Mudah, Cepat Dan Tanpa Resiko Membuat Uang Secara Online, Ikutan Gabung yuk !  Klik Disini !
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Baca juga :

Berita Wonosobo : Warga Tieng Berharap Kehidupan yang Lebih Baik

WONOSOBO- Sebagian korban bencana alam di Desa Tieng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah yang memilih bertransmigrasi ke Kalimantan Tengah, karena tidak punya peluang untuk berkembang di daerah asalnya.

Ghofir (29), yang ikut bertransmigrasi bersama istri dan dua anaknya, menuturkan, sejak rumahnya hanyut diterjang banjir, dia hanya mengandalkan bantuan untuk menyambung hidup. "Berat juga kalau tetap di Tieng. Rumah sudah tidak ada dan tidak tahu kapan akan dibangun lagi. Lagipula, lahan tempat saya bekerja ikut ambrol tergerus longsor. Satu-satunya pilihan adalah ikut bertransmigrasi," tutur Ghofir, Jumat (20/1/2012).

Faizin (29), warga lain memilih transmigrasi karena pertimbangan anak-anaknya yang masih sangat kecil. Namun, dia tetap berharap, dua tahun bekerja di perkebunan kelapa sawit sudah cukup untuk mengumpulkan modal membangun rumah lagi di kampung halamannya.

Peluang bertransmigrasi bagi korban bencana yang menewaskan 11 korban jiwa dan menghanyutkan 13 rumah di Desa Tieng pertengahan Desember lalu digagas oleh Bupati Wonosobo Kholiq Arif.

Dari hasil kunjungan ke lokasi perkebunan, industri kelapa sawit tersebut dinilai sangat cocok bagi para korban bencana alam asal Wonosobo. Mereka akan bekerja di perkebunan sawit PT Tunas Agro Subur Kencana (TASK) di Kotawaringin Timur, Kalteng.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
- Cara Mudah, Cepat Dan Tanpa Resiko Membuat Uang Secara Online, Ikutan Gabung yuk !  Klik Disini !
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Baca juga :

Kabar Wonosobo : Truk Bermuatan Makanan Masuk Jurang

WONOSOBO - Kecelakaan kembali terjadi di jalur maut Kledung-Kertek Kabupaten Wonosobo, Jumat (20/1) sekitar pukul 11.00 WIB. Truk bermuatan aneka makanan ringan masuk ke jurang sedalam sekitar 7 meter di desa Reco Kecamatan Kertek.
Truk bernomor polisi H 1574 RH yang dikendarai Hamsin (40) warga Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak tersebut melaju dari arah Semarang dengan kecepatan tinggi. Setelah di kilometer 12 menuju Kertek sopir sudah tak bisa mengendalikan kendaraan.
Kanit Laka Polres Wonosobo, Ipda Dono Mulyono masih melakukan evakasuasi. Menurutnya kecelakaan tunggal tersebut tidak menimbulkan korban jiwa dan hingga saat ini kerugian materiil masih ditaksir. "Penyebab kecelakaan diduga karena pengemudi mengantuk," katanya.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
- Cara Mudah, Cepat Dan Tanpa Resiko Membuat Uang Secara Online, Ikutan Gabung yuk !  Klik Disini !
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Baca juga :

Kamis, 19 Januari 2012

Warta Wonosobo : Perbaikan Retakan Tanah Tunggu Pengesahan RAPBD 2012

MAGELANG – Perbaikan jalan jalur Magelang Wonosobo yang retak, menunggu selesainya pembahasan dan pengesahan RAPBD 2012. Biaya untuk itu diperkirakan sekitar Rp 200 juta.
"Permohonan alokasi anggaran sudah disampaikan, tetapi realisaisnya menunggu pengesahan RAPBD 2012," kata Heriyanto ST, kabid Bina Marga DPU & ESDM Kabupaten Magelang, Kamis (19/1).
Seperti diberitakan hari ini, jalan alternative Magelang-Wonosobo terancam putus, menyusul terjadinya retakan tanah di wilayah Dusun Jamblang, Desa Kaliabu, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang.
Retakan tanah terjadi di separo jalan. Panjangnya sekitar 50 meter dengan lebar retakan bervariasi antara 10 cm hingga 50 cm. Akibatnya, lalu lintas di kawasan itu menjadi terganggu.
Petugas Satuan Lalu Lintas dan Dinas Perhubungan Kabupaten Magelang melakukan penutupan di separo badan jalan yang retak. Kemudian memasang pembatas jalan dengan bambu, karena membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Tanah di Kaliabu dinilai labil dan sering terjadi pergerakan. Retakan tanah bukan kali pertama terjadi. Retakan sebelumnya diselesaikan dengan cara menambalnya.
Untuk mengantisipasi retakan sekarang, menurut dia, diperlukan semacam talud di bibir jurang. Tujuannya agar tanah tidak longsor. Sehingga jalur Magelang-Wonosobo aman.
Dengan adanya bencana alam itu, warga membantu pengaturan lalulintas dengan cara buka tutup. "Kami jaga siang-malam, 24 jam sehari," kata Agus Munasir.
Lalulintas jalur alternative Magelang-Wonosobo cukup padat. Setengah hari 500 kendaraan roda empat melintas Desa Kaliabu.
"Kerusakan harus segera diperbaiki.Jika hujan deras turun terus menerus, kerusakan akan makin parah. Dikhawatirkan tanah longsor, jalan putus," katanya.
Jalan yang retak itu di tepi jurang sedalam 50 meter. Di bawahnya terdapat enam rumah. Penghuni satu rumah diantaranya sudah dievakuasi ke tempat yang aman.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Cara Mudah, Cepat Dan Tanpa Resiko Membuat Uang Secara Online, Ikutan Gabung yuk !  Klik Disini !
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Baca juga :

Berita Wonosobo : Jelang Imlek, Pasokan Gas Wonosobo Ditambah

WONOSOBO, suaramerdeka.com - Jelang perayaan tahun baru Imlek, pasokan gas elpiji ukuran 3 kilogram ditambah sebanyak 10.650 tabung per hari. Hal itu untuk mengantisipasi terjadi kelangkaan seperti yang terjadi di Temanggung dan Magelang.
Kepala Seksi Distribusi dan Perlindungan Konsumen Diperindag Wonosobo, Oman Yanto mengemukakan penambahan pasokan  sudah diajukan ke Pertamina, Rabu hari ini (18/1). Penambahan pasokan akan dilakukan melalui empat agen yang menyalurkan di lima belas
kecamatan.
"Kami pastikan tidak ada kelangkaan seperti daerah-daerah lain karena akan dipasok 10.650 tabung," katanya.
Meski dipasok tambahan, jatah normal tetap berjalan yakni 10.150 tabung per hari dengan alokasi untuk sebanyak 881 kepala keluarga (KK).Pada tahap pelaksanaan penyaluran pihaknya akan menerjunkan tim supaya tidak ada penyelewengan.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Cara Mudah, Cepat Dan Tanpa Resiko Membuat Uang Secara Online, Ikutan Gabung yuk !  Klik Disini !
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Baca juga :

Bencana Wonosobo : Korban Puting Beliung Butuh Bantuan Atap

Andy Riza Hidayat
Ilustrasi
WONOSOBO - Sebanyak 35 keluarga warga Desa Candimulyo, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah yang menjadi korban puting beliung pada Rabu kemarin, membutuhkan bantuan atap. Sebagian besar atap rumah warga yang terbuat dari seng rusak diterjang angin.

Kepala Desa Candimulyo, Ikhasanuddin, Kamis (19/1/2012) mengatakan, sebagai penanganan sementara warga membuat atap dari bambu. "Untuk sementara kami akan mengupayakan perbaikan atap dengan meminjam bahan material rumah ke salah satu pemilik toko bangunan," tuturnya.

Sekitar 150 jiwa yang menjadi korban angin puting beliung pada Rabu sore, sebagian sudah beraktivitas normal. Namun, masih banyak yang khawatir terhadap terjangan angin susulan saat curah hujan kembali tinggi.

Kepala Dusun Candiroto Harwandi mengatakan, dari 35 rumah yang rusak lima di antaranya rusak parah karena atap habis sebagian tumpuan atap beton juga runtuh. Pemiliknya terpaksa mengungsi di rumah tetangga yang aman. Sedangkan 30 rumah lainnya masuk kategori rusak sedang dan ringan. Untuk proses penanganan sementara, bagian rumah yang atap gentengnya ambrol ditutupi menggunakan terpal dan plastik.

Camat Kretek Prayitno mengatakan, pihaknya sudah menyalurkan bantuan sembako bagi semua keluarga. Saat ini pihaknya masih mengidentifikasi kebutuhan atap serta kayu bagi rumah yang rusak sedang dan parah.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Cara Mudah, Cepat Dan Tanpa Resiko Membuat Uang Secara Online, Ikutan Gabung yuk !  Klik Disini !
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Baca juga :

Rabu, 18 Januari 2012

Berita Wonosobo : Puting Beliung Terjang Rumah Warga di Wonosobo

WONOSOBO - Sebanyak 15 rumah warga desa Candimulyo, Kecamatan Kertek Kabupaten Wonosobo diterjang angin puting beliung, Selasa (17/1) sekitar pukul 16.00 WIB. Dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa namun sejumlah rumah rusak.
Dua rumah dinyatakan rusak berat dan sisanya rusak pada bagian atap yang tersapu angin. Warga setempat was-was karena
hujan bercampur angin masih terjadi hingga sore ini.
Kades Candimulyo Ahmad mengatakan musibah angin puting beliung terjadi sangat cepat dan sekitar lima belas menit sudah meluluhlantakkan rumah warga.
"Hujan disertai angin kencang menyapu 15 rumah warga," katanya.
Untuk penanganan sore ini akan dilakukan secara darurat pembersihan material yang rusak. Sedangkan proses perbaikan akan dilakukan secara gotong royong besok pagi.
"Alhamdullilah tidak ada korban jiwa. Sebagian warga bahkan masih ada yang diladang dan sebagian berada di rumah," terangnya.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Cara Mudah, Cepat Dan Tanpa Resiko Membuat Uang Secara Online, Ikutan Gabung yuk !  Klik Disini !
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Baca juga :

Kabar Wonosobo : 83 RW di Wonosobo Belum Bebas Buang Air Besar

WONOSOBO - Sebanyak 83 RW di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, belum terbebas dari buang air besar sembarangan. Pemerintah daerah setempat menargetkan, persoalan sanitasi di pusat kota Wonosobo dapat terselesaikan selambatnya pada tahun 2015.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Wonosobo, Supriyanto, Selasa (17/1/2012), mengatakan, pelaksanaan program sanitasi lingkungan berbasis masyarakat (SLBM) Wonosobo Bebas BABS (Buang Air Besar Sembarangan) melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) 2011 berjalan cukup memuaskan. Dengan anggaran sebesar Rp 1,5 miliar mampu menjangkau empat kelurahan.

"Dari segi cakupan pemanfaat, 22 septictank komunal dan 6 unit MCK umum berhasil melayani 668 keluarga atau 2498 jiwa," ujarnya.

Selain menggunakan DAK, pihak DPU Wonosobo juga akan terus mengoptimalkan KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat) dan forum kemitraan bidang infrastruktur dengan pihak swasta. KSM dinilai strategis, karena dari 4 kelurahan yang sudah selesai pembangunannya, dapat terkumpul tambahan dana Rp 18,8 juta.

Bupati Wonosobo, Kholiq Arif, berharap agar SLBM dapat terus dikembangkan, hingga mencakup seluruh wilayah Kecamatan Kota.

Mulai tahun 2012, Kholiq menargetkan semua Lurah dan Kades di Kecamatan Wonosobo dapat membuat desain SLBM melalui koordinasi intensif dengan pihak Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Wonosobo.

Dia juga berharap pengembangan SLBM di semester dua tahun 2012 sudah dapat dianggarkan dalam APBD perubahan, sehingga pembangunan dapat segera dilaksanakan.

Sumber : Kompas
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Cara Mudah, Cepat Dan Tanpa Resiko Membuat Uang Secara Online, Ikutan Gabung yuk !  Klik Disini !
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Baca juga :

Selasa, 17 Januari 2012

Berita Wonosobo : 11 Anak Punk Wonosobo Ditangkap


WONOSOBO - Sebanyak 11 orang anak punk Wonosobo ditangkap petugas satpol PP, Senin (16/1) sekitar pukul 01.30 WIB. Belasan orang tersebut ditangkap di tempat terpisah, yakni di seputaran alun-alun, taman plaza dan jalur Ahmad Yani.
Petugas Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Satpol PP Wonosobo, Musyafa mengemukakan, penangkapan anak punk dilakukan karena selama ini meresahkan masyarakat.
"Sebelas anak punk saat ini masih kami bina. Dua orang dari jumlah tersebut perempuan. Saat kami tangkap semuanya sedang mabuk," katanya.
Menurutnya, razia kepada anak-anak punk akan diintensifkan malam hari karena mayoritas dari mereka kalau siang hari menghilang. Disamping dilakukan pembinaan, sejumlah anak punk mendapatkan sanksi dengan membuat surat peringatan agar tidak mengulangi perbuatannya kembali.
"Dalam pelacakan sementara masih banyak anak punk Wonosobo yang berkeliaran di jalur protokol," ujarnya.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Cara Mudah, Cepat Dan Tanpa Resiko Membuat Uang Secara Online, Ikutan Gabung yuk !  Klik Disini !
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Baca juga :

Jumat, 13 Januari 2012

Berita Wonosobo : Tebang Bambu, Petani Tewas Tersengat Listrik

WONOSOBO - Seorang petani asal Dusun Sabrang, Desa Tempursari, Kecamatan Sapuran tewas tersengat aliran listrik, pagi tadi, Jumat (13/1), sekitar pukul 08.00 WIB. Korban bernama Sarodin (75) tewas di semak-semak pohon bambu.
Salah seorang saksi, Wahyu (45) mengatakan, korban tewas setelah menebang bambu namun tiba-tiba nyangkut jaringan PLN. Beberapa menit setelah kejadian korban langsung terbakar mengenai pinggang kanan dan tangan kiri. "Korban meninggal dunia di lokasi kejadian," katanya.
Proses evakuasi membutuhkan waktu cukup lama, lateran area pohon bambu yang rimbun. Selain itu lokasinya berada di tengah persawahan. Jenazah korban kemudian dilarikan ke Puskesmas Sapuran untuk diautopsi. Pihak keluarga berencana langsung memakamkan korban hari ini.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Cara Mudah, Cepat Dan Tanpa Resiko Membuat Uang Secara Online, Ikutan Gabung yuk !  Klik Disini !
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Baca juga :

Rabu, 11 Januari 2012

Berita Wonosobo : 100 Orang Eks Petambang Liar di Wonosobo Ditransmigrasi ke Kalteng

WONOSOBO — Sekitar 100 orang eks petambang galian C di Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo, akan ditransmigrasikan ke Kalimantan Tengah. Mereka diproyeksikan bisa bekerja di perkebunan kelapa sawit.

Camat Kertek, Prayitno, Rabu (11/1/2012), mengakui, sebanyak enam desa di wilayahnya menjadi lokasi penambangan liar galian C, yakni Purwojati, Pagerejo, Kapencar, Candiyasan, Tlogomulyo, dan Desa Candimulyo.

"Sekitar 32 hektar areal penambangan galian C sebenarnya secara resmi telah ditutup sejak bulan Februari 2009. Namun belakangan ini aktivitas pertambangan kembali marak walaupun dilakukan secara kucing-kucingan dengan aparat," ujarnya.

Prayitno mengaku, dirinya menyambut baik program ini karena diharapkan mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat khususnya para petambang galian C yang kehilangan pekerjaan sejak aktivitas penambangan tersebut ditutup.

Dia juga berharap program tersebut dapat berjalan dengan baik dan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat Kertek pada khususnya dan menyediakan lapangan kerja aternatif bagi para petambang galian C.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmirasi Wonosobo, Gatot Hermawan, mengatakan, program antarkerja antardaerah (akad) merupakan program kerja sama antara pemerintah Kabupaten Wonosobo dan pihak swasta yang tahun ini difokuskan pada pengiriman tenaga kerja di perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Tengah, bekerja sama dengan PT Best Agro International yang berlokasi di Kotawaringin Timur.

"Kami akan memfasilitasi sepenuhnya mulai dari pengurusan surat-surat, keberangkatan, sampai ke lokasi perkebunan, dengan fasilitas yang didapatkan oleh para pekerja nantinya berupa perumahan, jatah logistik, pendidikan gratis bagi anak, serta gaji dan bonus yang disesuaikan dengan UMK setempat," jelas Gatot.

Gatot menambahkan, program transmigrasi tahun ini rencananya akan memberangkatkan sekitar 200 orang untuk berbagai lowongan, seperti pemetik, mandor, dan tenaga kesehatan yang semuanya akan ditempatkan di lokasi perkebunan PT Best Agro International.

Sampai dengan saat ini jumlah pendaftar sudah mencapai 26  keluarga, sedangkan pendaftaran bagi para calon pekerja akan dibuka sampai dengan tanggal 20 Januari dan rencananya diberangkatkan pada 22 Januari mendatang.

"Kami juga akan memonitor langsung secara periodik, untuk melihat secara langsung kehidupan para pekerja," tambah Gatot.

Sumber : Kompas
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Cara Mudah, Cepat Dan Tanpa Resiko Membuat Uang Secara Online, Ikutan Gabung yuk !  Klik Disini !
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Baca juga :

Wonosobo News : Dieng Tak Layak untuk Hunian

GUNDUL: Dataran tinggi Dieng, kondisinya semakin memprihatinkan, di mana dataran tinggi tersebut relatif gundul sampai puncak. (suaramerdeka.com / Sudarman)
WONOSOBO - Bupati Wonosobo Dra GA Kholiq Arif MSi menilai, kondisi dataran tinggi Dieng semakin memprihatinkan. Adanya kerusakan di sejumlah titik membuat kawasan tersebut dianggap sudah tidak layak untuk budi daya produk pertanian maupun lokasi hunian.
Sehubungan dengan itu, lanjut Bupati dalam pertemuan dengan 54 kelompok tani, di pendopo kabupaten, baru-baru ini, sudah saatnya dipikirkan untuk merelokasi bagi penduduk setempat ke daerah yang lebih aman dan nyaman. Misalnya melalui transmigrasi lokal maupun mengikuti program Angkatan Kerja Antar Daerah (AKAD) ke luar Jawa.
Berkait dengan itu, H Kholiq Arif berharap agar masyarakat dapat mempertimbangkan untuk bersedia direlokasi dari kawasan yang rawan bencana, ke daerah yang lebih aman. Saat ini, bencana alam acapkali terjadi di dataran tinggi Dieng, sehingga warga di kawasan tersebut hendaknya menyadari terhadap pentingnya relokasi.
"Kawasan tepian hutan yang masih dapat dijadikan lahan produktif, sekaligus sebagai pilihan untuk relokasi lokal. Melalui skema kerja sama dengan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), langkah itu cukup tepat dan diupayakan bisa lebih cepat terealisasi," papar Bupati.
Diharapkan kelompok tani membuat peta luasan lahan di masing-masing wilayah, beserta potensi yang dapat dioptimalkan untuk produksi pertanian. Khususnya yang memungkinkan untuk pembukaan lahan baru.
Menurut Bupati, dengan luas tanah tegalan dan hutan 18.900 hektare, maka kepemilikan lahan bagi petani Wonosobo, rata-rata hanya 0,2 hektare. Hal itu dinilainya tidak mencukupi bagi kebutuhan keluarga. Pendapatan yang relatif tak mencukupi, bisa menjadi simber kemiskinan.
Menanggapi hal itu, ketua kelompok tani Muda Kertek, Syarifudin menyambut baik ajakan Bupati untuk mengoptimalkan produksi melalui budi daya pertanian modern. Untuk itu dia minta agar PPL membantu dan pemerintah pun lebih peduli terhadap pertanian, sehingga fluktuasi harga hasil pertanian bisa lebih stabil, terutama saat panen tiba.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Cara Mudah, Cepat Dan Tanpa Resiko Membuat Uang Secara Online, Ikutan Gabung yuk !  Klik Disini !
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Baca juga :

Berita Wonosobo : Gunung Sindoro terus keluarkan energi

Temanggung - Gunung Sindoro di perbatasan Kabupaten Temanggung dengan Wonosobo, Jawa Tengah, cenderung terus mengeluarkan energi ditandai dengan lebih banyak gempa embusan dari pada aktivitas vulkanik lainnya.

Petugas Pos Pengamat Gunung Sindoro dan Sumbing di Desa Gentingsari, Kecamatan Bansari, Kabupaten Temanggung Yuli Rahmatullah, Selasa, mengatakan, gempa embusan mendominasi aktivitas Gunung Sindoro.

Bahkan, katanya, pada Senin (9/1) tidak terjadi aktivitas lain kecuali gempa embusan.

"Berdasarkan catatan seismograf, pada 9 Januari 2012 terjadi 13 kali gempa embusan, sedangkan aktivitas lain seperti gempa vulkanik maupun tektonik tidak muncul," katanya.

Ia mengatakan, dengan terjadi embusan berarti gunung tersebut mengeluarkan energi dari dalam.

"Semakin banyak embusan berarti semakin banyak energi terbuang," katanya.

Selama ini, katanya, hasil embusan berupa asap sulfatara yang mengepul di puncak Sindoro hampir tidak pernah terpantau dari pos pengamatan karena relatif tipis dengan tekanan tidak begitu kuat.

"Karena asap tipis maka ketika tertiup angin akan hilang. Selain itu, kami tidak bisa memantau kondisi puncak karena sering terhalang kabut," katanya.

Ia mengatakan, sekitar pukul 09.00 WIB ada laporan dari masyarakat Sibajak di lereng utara Sindoro bahwa mereka melihat kepulan asap di puncak Sindoro.

"Namun kami tidak mengetahui ketinggian kepulan asap tersebut, karena asap juga tidak bisa terpantau dari pos pengamatan yang berada di lereng timur Sindoro ini karena terhalang kabut," katanya.

Status aktivitas vulkanik Gunung Sindoro naik dari normal menjadi waspada sejak 5 Desember 2011. Hingga saat ini status gunung dengan ketinggian 3.150 meter di atas permukaan air laut itu tetap waspada.

"Hingga sekarang status masih waspada, kalau jarang terjadi gempa vulkanik dangkal kemungkinan baru diturunkan menjadi normal," katanya.

Sumber : Antara
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Cara Mudah, Cepat Dan Tanpa Resiko Membuat Uang Secara Online, Ikutan Gabung yuk !  Klik Disini !
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Baca juga :

Kabar Wonosobo : Harga Sayuran di Dieng Melonjak

WONOSOBO — Harga sayur-sayuran di Kawasan Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, sejak awal tahun ini melonjak. Hal ini membuat para petani sayuran setempat meraup keuntungan besar.

Sugeng Triyono (30), petani sayuran di Desa Tambi, Kecamatan Kejajar, menyatakan, harga seledri yang banyak dijadikan campuran penyedap olahan martabak atau mi ayam naik dari sebelumnya Rp 2.000 per kilogram menjadi Rp 10.000 per kg. Sedangkan kubis yang sebelumnya Rp 600 per kg, saat ini menjadi Rp 4.000 per kg.

"Selain kentang, sayur-sayuran lain harganya sedang bagus. Lega juga, di tengah cuaca ekstrem seperti ini, panen berhasil," tuturnya.

Menurut Warto (54), petani seledri lain di Desa Tambi, setiap satu hektar tanaman sayur seledri mampu menghasilkan sebesar Rp 30-35 juta sekali panen. Panen seledri dilakukan satu minggu sekali, bisa dipanen dalam usia sepuluh hari tergantung kebutuhan. Sementara untuk kubis, satu hektarnya bisa mendapatkan keuntungan bersih sebesar Rp 10 juta.

Warto menuturkan, setiap satu hektar lahan seledri butuh 74.000 bibit. Bibit sejumlah itu dalam satu minggu dapat dipanen 6 ton seledri siap jual. Selain seledri dan kubis, harga wortel harganya juga melonjak dari Rp 3.000 per kg menjadi Rp 8.500 per kg. Sedangkan cabai keriting dari Rp 14.000 saat ini sudah berada dalam kisaran Rp 32.000 per kg. Bahkan, di pasaran bisa mencapai Rp 35.000.

Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Wonosobo, Suharso, mengatakan, saat ini tren permintaan dari dalam dan luar daerah merambat naik. Para petani di Dieng pun banyak yang beralih menanam cabai, seledri, dan jenis komoditas unggulan lain.

Sumber : Kompas
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Cara Mudah, Cepat Dan Tanpa Resiko Membuat Uang Secara Online, Ikutan Gabung yuk !  Klik Disini !
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Baca juga :
Bisnis Online Paling Meunguntungkan
Aduh maaak, terima kasih Tuhan, terima kasih webmaster. Saya bisa kuliahkan anak dan membantu biaya berobat ibu saya yg sakit dengan dana ini. Setelah itu saya betul2 percaya bahwa program bisnis ini bener2 bekerja. Sejak itu saya mulai aktif mempromosikan bisnis ini ke siapa saja, lewat email, milis, sms, dll. Sekarang hasilnya sudah lebih dari 500 juta masuk ke rekening bank saya. Sekali lagi terima kasih webmaster program 5 milyar
. Klik Disini

Salam, Bambang Widjatmoko, Surabaya (Kesaksian)